Cara WALIMATUS SAFAR sesuai Sunnah Nabi

WALIMATUS SAFAR

Pertanyaan:
Bagaimana hukum menghadiri walimatus safar yang biasa dilakukan oleh calon haji yang akan berangkat haji ?
Cara WALIMATUS SAFAR sesuai Sunnah Nabi
Jawaban:
Ust. Syafiq Riza Basalamah hafizhahullah

Kalau walimah setelah datang dari haji itu tidak mengapa, bahkan dimasukkan kepada amalan2 yang disyariatkan

ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﻤَّﺎ ﻗَﺪِﻡَ ﺍﻟﻤَﺪِﻳﻨَﺔَ ﻧَﺤَﺮَ ﺟَﺰُﻭﺭًﺍ ﺃَﻭْ ﺑَﻘَﺮَﺓً

“Ketika Nabi Shallallahu’alaihi
Wasallam datang ke Madinah, beliau menyembelih unta atau sapi betina” (HR. Bukhari no.2923 bab Ath Tha’am Indal
Qudum).

Adapaun ketika mau berangkat haji, kalau walimah itu dijadikan ajang mau berpamitan, dan tidak dijadikan kebiasaan yang terus menerus, insya-Allah tidak mengapa.

———PERTANYAAN LAINNYA————–

Pak Ustadz, mohon pencerahannya berdasarkan Al-Quran atau Hadist,
tentang walimatuh safar (sebelum berangkat haji) dan aqiqah,
Jazakumullah K. Katsira
Wassalam,
pung

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Walimatussafar
Sampai saat ini kami masih belum menemukan dalil yang secara langsung menyunnahkan kita mengadakan acara ritual khusus yang disebut sebagai walimatus-safar.

Kami tidak menemukannya baik di dalam Al-Quran maupun di dalam hadits nabi SAW.

Dalam pandangan kami, kalau pun praktek mengundang tetangga atau kerabat menjelang kepergian dilakukan, mungkin lebih dimotivasi karena ingin melakukan perpisahan sambil melakukan penyampaian washiat. Sebab melakukan perpisahan dan berwashiat menjelang safar (perjalanan) memang bagian dari hal yang dianjurkan.

Kami juga mendapati adanya anjuran untuk melakukan shalat sunnah safar dua rakaat sebelum keberangkatan. Dan dianjurkan setelah membaca Al-Fatihah untuk membaca surat Al-Kafirun di rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas di rakaat kedua.

Selebihnya yang kita dapati dalilnya justru penyambutan ketika seseorang kembali dari haji.

Di mana para ulama mengatakan dianjurkan untuk memberikan ucapan doa dan selamat kepada yang bersangkutan.

Aisyah berkata bahwa Zaid bin Haritsah tiba di Madinah sedangkan Rasulullah SAW sedang ada di rumahku. Maka beliau mendatanginya dan mengetuk pintu, lalu beliau menghampirinya, menarik bajunya, memeluknya dan menciumnya.”

Artikel sebelumnya :