BERHENTI JADI WANITA KARIR

BERHENTI JADI WANITA KARIR

Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping
masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.

Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.

“Belum ”, jawabku datar.
BERHENTI JADI WANITA KARIR
Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?”

Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya.

“Menunggu suami” jawabnya pendek.

Artikel sebelumnya :

KISAH INSPIRASI: BERHENTI MENJADI WANITA KARIR DEMI TAAT PADA SUAMI????????????
30, Januari 2014

Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya
kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?”
 
Entah keyakinan apa yang membuatku demikian yakin jika mbak ini memang seorang wanita pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
 
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
 
“Kenapa?” tanyaku lagi.
 
Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah PINTU AWAL kita wanita karir yang bisa membuat kita lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.
 
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.
 
Saudariku, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah hanya ingin didatangi oleh laki-laki yang baik-baik dan sholeh saja.
 
“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari dan es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Kamu tahu kenapa ?
Waktu itu jam 7 malam, suami saya saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Setibanya dirumah, mungkin hanya istirahat yang terlintas dibenak kami wanita karir. Ya, Saya akui saya sungguh capek sekali ukhty. Dan kebetulan saat itu suami juga bilang jika dia masuk angin dan kepalanya pusing.
 
Celakanya rasa pusing itu juga menyerang saya. Berbeda dengan saya, suami saya hanya minta diambilkan air putih untuk minum, tapi saya malah berkata, “abi, pusing nih, ambil sendirilah !!”.
 ayah1
Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah
bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya (kami memang berkomitmen untuk tidak memiliki khodimah)?
 
Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.
 
Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini?
 
Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.
 
Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air putih saja saya membantahnya.
 
Air mata ini menetes, air mata karena telah melupakan hak-hak suami saya.”
 
Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.
 
“Kamu tahu berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700 rb/bulan. Sepersepuluh dari gaji saya sebulan.
 
Malam itu saya benar-benar merasa sangat durhaka pada suami saya.
 
Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya dengan ikhlas dari lubuk hatinya.
 
Setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata “Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho”, begitulah katanya.
 
Saat itu saya baru merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong dan durhaka pada nafkah yang diberikan suami saya, dan saya yakin hampir tidak ada wanita karir yang selamat dari fitnah ini”
 
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu sering begitu susah jika tanpa harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya”
 
Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara. “Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara- saudara saya justru tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Sesuai dugaan saya, mereka malah membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan yang lain.”
 
Aku masih terdiam, bisu mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
 
“Kak, bukankah kita harus memikirkan masa depan ? Kita kerja juga kan untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini mahal. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah.
 
Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali mengalir, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.
 
“Anti tau, saya hanya bisa menangis saat itu. Saya menangis bukan karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, Demi Allah bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya sudah DIPANDANG RENDAH olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia ?
 
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari ?
 
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya ?
 
Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, saat itu orang tersebut
belum mempunyai pekerjaan ?
 
Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan ?
 
Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya.
 
Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Saya berharap dengan begitu saya tak lagi membantah perintah suami saya. Mudah-mudahan saya juga ridho atas besarnya nafkah itu.
 
Saya bangga dengan pekerjaan suami saya ukhty, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan seperti itu.
 
Disaat kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tetapi suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.
 
Suatu saat jika anti mendapatkan suamiseperti suami saya, anti tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anti pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku.
 
Dan dia mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkanku. Kulihat dari kejauhan seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, wanita itu meninggalkanku.
 
Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.
 
Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling berkesan dalam hidupku.
Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..Subhanallah..Walhamdulillah..Wa Laa ilaaha illallah…Allahu Akbar
 
Semoga pekerjaan, harta dan kekayaan tak pernah menghalangimu untuk tidak menerima pinangan dari laki-laki yang baik agamanya.
 
Copas dari saudara: Fathul Baari
 
 
 
????Sumber:  https://kisahmuslim.com/4156-kisah-inspirasi-berhenti-menjadi-wanita-karir-demi-taat-pada-suami.html

***

Repost by :
???? SOBAT MUSLIM, group sharing kajian2 islam via WhatsApp & Telegram khusus ikhwan (laki-laki)  
???? Admin: +62 853-1028-3995 (utk bergabung silahkan kirim pesan via WA / TG dg format: Daftar#Nama#Kota Domisili)
???? Join Channel Telegram SOBAT MUSLIM di : https://goo.gl/g64jcQ

Cara Memanfaatkan Waktu Ba’da Ashar Sampai Maghrib di Hari Jum’at untuk Berdoa

Cara Memanfaatkan Waktu Ba’da Ashar Sampai Maghrib di Hari Jum’at untuk Berdoa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” [HR. An-Nasaai dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 703]
Hari Jum’at untuk Berdoa

Artikel sebelumnya :

At-Tirmidzi rahimahullah berkata,

ورأى بعض أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وغيرهم أن الساعة التي ترجى بعد العصر إلى أن تغرب الشمس

“Dan sebagian ulama, baik dari kalangan sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maupun selain mereka berpendapat bahwa waktu yang diharapkan terkabulnya doa tersebut adalah ba’da Ashar sampai matahari terbenam.” [Shahihut Targhib, 1/171]

Penjelasan:

1) Zhahir, yang nampak jelas bahwa makna hadits ini mutlak (umum), berdoa setelah Ashar sampai Maghrib dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

2) Apabila dilakukan setelah sholat Ashar sambil menunggu sholat Maghrib di masjid maka ini lebih besar peluang dikabulkannya, karena orang yang menunggu sholat sama dengan orang yang sedang sholat.

3) Apabila sakit maka boleh dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di tempat ia melakukan sholat Ashar sambil menunggu Maghrib.

4) Seorang wanita juga dianjurkan untuk menunggu sholat Maghrib di tempat ia sholat Ashar di rumah seraya berdoa kepada Allah ta’ala.

5) Datang ke masjid lebih awal sebelum sholat Maghrib dengan maksud untuk berdoa setelah melakukan sholat tahiyyatul masjid.

[Disarikan dari Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 30/270-271]
lapto
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

www.fb.com/sofyanruray.info

www.sofyanruray.info | Home Page Pribadi Al-Ustâdz Abu Abdillah, Sofyan Chalid bin Idham Ruray Hafizhahullâh

[Sumber: http://sofyanruray.info/cara-memanfaatkan-waktu-bada-ashar-sampai-maghrib-di-hari-jumat-untuk-berdoa/ ]

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
????Grup WA & TG Dakwah Islam
????TG Bot : @DakwahIslam_Bot
????TG Channel : @DakwahIslam

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Larangan Menyerupai Lawan Jenis

Larangan Menyerupai Lawan Jenis

Sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ

Rasulullah shalllallahu’alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian wanita, dan wanita yang mengenakan pakaian laki-laki.” [HR. Abu Daud, An-Nasaai dan Ibnu Majah, Shahihut Targib: 2069]
zina

Artikel sebelumnya :

Al-Munawi rahimahullah berkata,

فيه كما قال النووي حرمة تشبه الرجال بالنساء وعكسه لأنه إذا حرم في اللباس ففي الحركات والسكنات والتصنع بالأعضاء والأصوات أولى بالذم والقبح فيحرم على الرجال التشبه بالنساء وعكسه في لباس اختص به المشبه بل يفسق فاعله للوعيد عليه باللعن

“Dalam hadits ini terdapat pelajaran -sebagaimana yang dikatakan oleh An-Nawawi- haramnya laki-laki menyerupai wanita dan sebaliknya, karena apabila penyerupaan dalam pakaian itu diharamkan maka penyerupaan dalam gerakan, diam, gaya tubuh dan suara lebih pantas untuk dicela dan dijelekkan, sehingga diharamkan atas laki-laki menyerupai wanita dan sebaliknya dalam pakaian yang khusus bagi yang diserupai tersebut, bahkan pelakunya dihukumi fasik (pelaku dosa besar) karena adanya ancaman laknat atasnya.” [Faidhul Qodiir, 5/343]

Diantara Contoh Penyerupaan terhadap Lawan Jenis:

1) Laki-laki mengenakan sutra

2) Laki-laki mengenakan perhiasan emas

3) Wanita mengenakan kerudung seperti sorban laki-laki

4) Wanita mengenakan celana panjang dengan model yang biasa dikenakan laki-laki sehingga nampak bentuk paha dan betisnya

[Dari Syarhu Riyadhis Saalihin, Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah]

5) Laki-laki mengenakan celana, jubah, sarung atau pakaian apa saja yang menutupi mata kaki. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
LGBT
وقد يتجه المنع فيه من جهة التشبه بالنساء وهو أمكن فيه من الأول وقد صحح الحاكم من حديث أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه و سلم لعن الرجل يلبس لبسه المرأة

“Bisa saja maksud pelarangan mengenakan pakaian yang menutupi mata kaki bagi laki-laki adalah dari sisi penyerupaan terhadap wanita, dan ini adalah lebih mungkin dari makna yang pertama (yaitu dari sisi pemborosan), dan Al-Hakim telah men-shahih-kan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang mengenakan pakaian wanita.” [Fathul Baari, 10/263]

Dan masih banyak contoh lain.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

www.fb.com/sofyanruray.info

Home Page

[Sumber: http://sofyanruray.info/larangan-menyerupai-lawan-jenis/ ]

TERNYATA KITA CUMA QURBAN TELUR

TERNYATA KITA CUMA QURBAN TELUR

Sudah diketahu bahwa hari Jum’at memiliki beberapa keutamaan, di antaranya adalah pahala bersegera menuju masjid, sebagaimana disebut dalam hadits Bukhari dan Muslim:

1. Berangkat di waktu pertama = qurban onta.

2. Berangkat di waktu kedua = qurban sapi

3. Berangkat di waktu ketiga = qurban domba yg bertanduk.

4. Berangkat di waktu keempat = qurban ayam

5. Berangkat di waktu kelima = qurban telur

JAM BERAPA KELIMA WAKTU ITU????

jumat sore

Artikel sebelumnya :

Secara umum ada 3 pendapat dalam masalah ini:
1. Dimulai sejak terbitnya fajar.
2. Dimulai sejak terbitnya matahari (Imam Syafi’i dan Imam Ahmad)
3. Dimulai sejak matahari tergelincir kesebalah barat. (Imam Malik dan sebagian pengikut Imam Syafi’i)

Namun yang lebih kuat dan tidak bertentangan dengan dalil-dalil yang lain adalah pendapat ke-2) sebagaimana dinyatakan oleh Imam An Nawawi (Almajmu’ 4/414) dan Ibnu Quddamah (Al Mughni 2/73)

JADI kelima waktu itu berada di antara terbitnya matahari hingga khotib menaiki mimbarnya.

Inilah yang dipilih oleh Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

Jika matahari terbit pukul 06.00 wib dan khotib naik mimbar pukul 12.00 wib, berarti ada rentang 6 Jam.

6 Jam / 5 = 1 jam 12 menit

Al HASIL :

1. Berangkat antara jam 06.00 – 07.12 WIB = Qurban Onta

2. Berangkat antara jam 07.12 – 08.24 WIB = Qurban Sapi

3. Berangkat antara jam 08.24 – 09.36 WIB = Qurban domba bertanduk

4. Berangkat antara jam 09.36 – 10.48 WIB = Qurban Ayam.

5. Berangkat antara jam 10.48 – 12.00 WIB = Qurban TELUR.

Tentunya waktu-waktu ini bisa berkurang dan bertambah sesui dengan waktu terbitnya matahari dan naiknya khotib ke mimbar.

Rincian masalah ini bisa diliat di Zadul Ma’ad (1/339-407)
bom
Tengaran, Jumat 17 Jumadal Ula 1437 H.
✍???? Al-Ustâdz Juli Dermawan, M.Pd.I Hafizhahullâh
(Eks Staf Pengajar Ma’had Ibnu Abbas As-Salafy Sragen dan Sekarang Staf Pengajar Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran)

♻Published by Channel Fiqh Dakwah Sunnah

Share, yuk!

Perbedaan Hutang dan Kerjasama sesuai sunnah Islam

Yang masih bingung antara hutang piutang (qardh) n kerjasama (mudhorobah;musyarokah), silahkan disimak ilustrasi berikut:

▶▶▶▶

???? Gimana kabarnya mbak?
???? Sehat dek, alhamdulillah.

???? Ini saya selain silaturahmi juga ada perlu mbak.
???? Apa apa dek…apa yang bisa tak bantu.

???? Anu..kalau ada uang 20juta saya mau pinjam.
???? Dua puluh juta? Banyak sekali. Untuk apa dek?

????Tambahan modal mbak. Dapat order agak besar, modal saya masih kurang. Bisa bantu mbak?
???? Mmm..mau dikembalikan kapan ya?

???? InsyaAllah dua bulan lagi saya kembalikan.
???? Gitu ya. Ini mbak ada sih 20juta. Rencana untuk beli sesuatu. Tapi kalau dua bulan sudah kembali ya gak apa-apa, pakai dulu aja.
Perbedaan Hutang dan Kerjasama sesuai sunnah Islam
???? Wah, terimakasih mbak.
???? Ini nanti mbak dapat bagian dek?

???? Bagian apa ya mbak?
???? Ya kan uangnya untuk usaha, jadi kan ada untungnya tuh. Naa..kalau mbak enggak kasih
pinjem kan ya gak bisa jalan usahamu itu, iya kan?
*tersenyum penuh arti*

???? Oh, bisa-bisa. Boleh saja kalau mbak pengennya begitu. saya kasih bagi hasil mbak.
????Besarannya bisa kita bicarakan.
Lha, gitu kan enak. Kamu terbantu, mbak juga dapat manfaat.

???? Tapi akadnya ganti ya mbak. Bukan hutang piutang melainkan kerjasama.
???? Iyaa..gak masalah. Sama aja lah itu. Cuman beda istilah doang.

????Bukan cuma istilah mbak, tapi pelaksanaannya juga beda.
????Maksudnya??

????Jadi gini mbak: kalau akadnya hutang, maka jika usaha saya lancar atau tidak lancar ya saya
tetap wajib mengembalikan uang 20juta itu. Tapi jika akadnya kerjasama, maka kalau usaha
saya lancar, mbak akan dapat bagian laba. Namun sebaliknya, jika usaha tidak lancar atau
merugi maka mbak juga turut menanggung resiko. Bisa berupa kerugian materi→uangnya
tidak bisa saya kembalikan, atau rugi waktu→ kembali tapi lama.

????Waduh, kalau gitu ya mending uangnya saya deposito kan tho dek: gak ada resiko apa2, uang
utuh, dapat bunga pula.

????Itulah riba mbak. Salah satu ciri2nya tidak ada resiko dan PASTI untung.

????Tapi kalau uangku dipinjam si A untuk usaha ya biasanya aku dapet bagi hasil kok dek. 2% tiap
bulan. Jadi kalau dia pinjam 10juta selama dua bulan, maka dua bulan kemudian uangku
kembali 10juta+400ribu.

????Itu juga riba mbak. Persentase bagi hasil ngitungnya dari laba, bukan berdasar modal yang disertakan.Kalau berdasar modal kan mbak gak tau apakah dia beneran untung atau tidak.

Dan disini selaku investor berarti mbak tidak menanggung resiko apapun donk. Mau dia untung atau rugi mbak tetep dapet 2%. Lalu apa bedanya sama deposito?

????Dia ikhlas lho dek, mbak gak matok harus sekian persen gitu kok.

????Meski ikhlas atau saling ridho kalau tidak sesuai syariat ya dosa mbak.

????Waduh…syariat kok ribet bener ya.

????Ya karena kita sudah terlanjur terbiasa dengan yang keliru mbak. Memang butuh perjuangan untuk mengikuti aturan yang benar. Banyak kalau tidak berkah bikin penyakit lho mbak.hehe.

????Hmmm…ya sudah, ini 20juta nya hutang aja. Mbak gak siap dengan resiko kerjasama. Nanti dikembalikan dalam dua bulan yaa.

????Iya mbak. Terimakasih banyak mbak. Meski tidak mendapat hasil berupa materi tapi insyaAllah
mbak tetap ada hasil berupa pahala.
Amiiin..

Artikel sebelumnya :

hijrah
▶▶▶▶▶▶

Kl cuma bicara anti riba…. burung beopun juga bisa.

Kl cuma diskusi masalh ekonomi umat… ngbrol sama balita yg baru belajar bicara jauh lebih menarik.

Ayuuu hidupkan ekonomi mikro.. berikan pancingan bukan ikan.

investasi dunia akhirat

Notes : perhatikan dlm bisnis akad kerjasama kah?? Atau akad peminjaman uang.. ini 2 hukum islam yg berbeda dn efeknya pun di dunia dan akhirat juga berbeda.

“… Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” (QS.Al-baqarah:275)

Sebenarnya apa sih tujuan islam melarang riba? Seharusnya khan asal saling sepakat, saling rela, tidak kena dosa?

Hukum islam itu dibuat untuk mengatur agar manusia mendapatkan kemaslahatan sebesar-besarnya tanpa manusia merugikan siapapun sekecil-kecilnya.

Mari kita bahas contoh LABA dan RIBA agar anda mudah untuk memahami dengan bahasa yang umum:

1. Saya membeli sebuah sepeda motor Rp. 10 Juta dan saya hendak menjual dengan mengambil untung dengan bunga 1% perbulan untuk jangka waktu pembayaran 1 tahun.
Transaksi seperti ini tergolong transaksi RIBAWI.

2. Saya membeli sepeda motor Rp. 10 juta, dan saya hendak menjual secara kredit selama setahun dengan harga Rp. 11.200.000,-. Transaksi ini termasuk transaksi SYARIAH.

Apa bedanya? Khan kalau dihitung2 ketemunya sama Untungnya Rp. 1.200.000?

Mari kita bahas kenapa transaksi pertama riba dan transaksi kedua syar’i.

TRANSAKSI PERTAMA RIBA karena:
1. Tidak ada kepastian harga, karena menggunakan sistem bunga. Misal dalam contoh diatas, bunga 1% perbulan. Jadi ketika dicicilnya disiplin memang ketemunya untungnya adalah Rp. 1.200.000,-. Tapi coba kalau ternyata terjadi keterlambatan pembayaran, misal ternyata anda baru bisa melunasi setelah 15 bulan, maka anda terkena bunganya menjadi 15% alias labanya bertambah menjadi Rp. 1.500.000,-.

Jadi semakin panjang waktu yang dibutuhkan untuk melunasi utang, semakin besar yang harus kita bayarkan.

Bahkan tidak jarang berbagai lembaga leasing ada yang menambahi embel2 DENDA dan BIAYA ADMINISTRASI, maka semakin riba yang kita bayarkan. Belum lagi ada juga yang menerapkan bunga yang tidak terbayar terakumulasi dan bunga ini akhirnya juga berbunga lagi.

2. Sistem riba seperti diatas jelas2 sistem yang menjamin penjual pasti untung dengan merugikan hak dari si pembeli. Padahal namanya bisnis, harus siap untung dan siap rugi.

TRANSAKSI KEDUA SYARIAH karena:
1. Sudah terjadi akad yang jelas, harga yang jelas dan pasti. Misal pada contoh sudah disepakati harga Rp. 11.200.000,- untuk diangsur selama 12 bulan.

2. Misal ternyata si pembeli baru mampu melunasi utangnya pada bulan ke-15, maka harga yang dibayarkan juga masih tetap Rp. 11.200.000,- tidak boleh ditambah. Apalagi diistilahkan biaya administrasi dan denda, ini menjadi tidak diperbolehkan.

Kalau begitu, si penjual jadi rugi waktu dong? Iya, bisnis itu memang harus siap untung siap rugi. Tidak boleh kita pasti untung dan orang lain yang merasakan kerugian.

Nah, ternyata sistem islam itu untuk melindungi semuanya, harus sama hak dan kewajiban antara si pembeli dan si penjual. Sama-sama bisa untung, sama-sama bisa rugi. Jadi kedudukan mereka setara. Bayangkan dengan sistem ribawi, kita sebagai pembeli ada pada posisi yang lemah.

Tanya Jawab Kajian Ustadz Sunnah di Youtube

Play List (Daftar Putar) Tausiyah Singkat & Tanya Jawab para Ustadz/Da’i Ahlus Sunnah wal Jama’ah on YouTube :

1. Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat

2. Ust. Abdullah Taslim, Lc. M.A

3. Ust. Abdullah Zaen, Lc. M.A

4. Ust. Abdurrahman Thayyib, Lc.

5. Ust. Abu Haidar As-Sundawiy

6. Ust. Abu Ihsan Al-Maidaniy, Lc. M.A

7. Ust. Abu Qotadah

8. Ust. Abu Sa’ad Muhammad Nur Huda, Lc. M.A

9. Ust. Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawiy

10. Ust. Abu Usamah, Lc.

ustadz sunnah

11. Ust. Abu Yahya Badru Salam, Lc.

12. Ust. Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

13. Ust. Abu Zubair Al-Hawariy, Lc.

14. Ust. Afifi Abdul Wadud, BA

15. Ust. Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc. M.A

16. Ust. Ahmad Zainuddin, Lc.

17. Ust. Aris Munandar

18. Ust. Askar Wardhana, Lc.

19. Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc.

20. Ust. Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A

21. Ust. Dr. Anas Burhanuddin, M.A

22. Ust. Dr. Erwandi Tarmizi, M.A

23. Ust. Dr. Khalid Basalamah, M.A

24. Ust. Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A

25. Ust. Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A

26. Ust. Dr. Sufyan Fuad Basweidan, M.A

27. Ust. Dr. Syafiq Reza Basalamah, M.A

28. Ust. Fachriy Permana

29. Ust. Fadlan Fahamsyah, Lc. M.H.I

30. Ust. Fariq Gasim Anuz

31. Ust. Firanda Andirja, Lc. M.A

32. Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc.

33. Habib. Ust. Salim Muhdor, Lc.

34. Ust. Khalid Syamhudi, Lc.

35. Ust. Mahfuzh Umriy, Lc

36. Ust. Ma’ruf Nur Salam, Lc.

37. Ust. Maududi Abdullah, Lc.

38. Ust. Mizan Qudsiyah, Lc.

39. Ust. Mubarak Bamu’alim, Lc. M.H.I

40. Ust. Muhammad Elvi Syam, Lc. M.A

41. Ust. Muhammad Yassir, Lc.

42. Ust. Muhtarom Abdul Aziz

43. Ust. Riyadh Bajrey, Lc.

44. Ust. Subhan Bawazier

45. Ust. Sulam bin Mustareja

46. Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas

47. Ust. Zaenal Abidin bin Syamsuddin, Lc.

Artikel sebelumnya :

Amalan Wanita Haidh

Amalan Wanita Haidh ????

???? Berdzikir dan berdoa
ALLAH سبحانه و تعالى berfirman artinya, “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) ALLAH. ALLAH telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. al-Ahzab: 35)

???? Menghadiri majelis ilmu
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, niscaya ALLAH akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Amalan Wanita Haidh
Jika majelis ilmu berada di masjid, maka wanita haidh hanya diperkenankan mendengarkannya dari luar masjid, berdasarkan firman ALLAH سبحانه و تعالى artinya, “Dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekedar melewati jalan saja.” (QS. an-Nisa: 43)

Artikel sebelumnya :

???? Membaca buku-buku syar’i
Banyaklah membaca buku agama, supaya wawasan keislaman menjadi luas.

ALLAH سبحانه و تعالى berfirman artinya, “Katakanlah, ‘Apakah sama orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?.'” (QS. az-Zumar: 9)

???? Mendengarkan ceramah islam
Manfaatkan waktu dengan mendengar ceramah Islam melalui radio, tv dakwah, atau rekaman. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
“Di antara tanda kebaikan islam seseorang ialah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat.” (HR. at-Tirmidzi)

???? Membaca al-Qur’an lewat hafalan
Pendapat yang rajih (kuat) ialah boleh bagi wanita haidh membaca al-Qur’an dari hafalannya. Adapun membacanya dari mushaf, maka tidak boleh. Karena wanita haidh diharamkan menyentuh mushaf.

Berdasarkan firman ALLAH سبحانه و تعالى artinya, “Tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.” (QS. al-Waqi’ah: 79)
wanita haidh
???? Melayani dan taat kepada suami
Boleh melayani suami selain jimak. Dalam hal ini Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
“Lakukanlah apa saja selain nikah (jima’).” (HR. Muslim)

???? Mengurus dan mendidik anak-anak
Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, “Seorang wanita adalah pemimpin di rumah suaminya dan atas anak-anaknya, dan ia bertanggung jawab atas mereka.” (HR. Muslim)

???? Bersedekah di jalan kebaikan
ALLAH سبحانه و تعالى berfirman artinya, “Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa pun yang kalian infakkan, tentang hal itu sungguh ALLAH Maha Mengetahui.” (QS. Ali Imran: 92)

???? Haji dan umrah selain thawaf
Boleh bagi wanita haidh melakukan rangkaian haji dan umrah selain thawaf. Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda, “Lakukanlah apa saja yang dilakukan oleh orang yang berhaji, selain thawaf di baitullah sampai kamu benar-benar suci.” (HR. Muslim)

______________________

GANJARAN MEMBANTU MERINGANKAN KESULITAN SEORANG MUSLIM DI DUNIA

GANJARAN MEMBANTU MERINGANKAN KESULITAN SEORANG MUSLIM DI DUNIA

⭐Penjelasan:

✳Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan ke syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.(HR.Muslim)
dakwah

Artikel sebelumnya :

 
 kajian ustadz khalid basalamah
????Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث  :
 
✅1. Siapa yang membantu seorang muslim dalam menyelesaikan kesulitannya, maka akan dia dapatkan pada hari kiamat sebagai tabungannya yang akan memudahkan kesulitannya di hari yang sangat sulit tersebut.
 
✅2. Sesungguhnya pembalasan disisi Allah ta’ala sesuai dengan jenis perbuatannya.
 
✅3. Berbuat baik kepada makhluk merupakan cara untuk mendapatkan kecintaan Allah Ta’ala.
 
✅4. Membenarkan niat dalam rangka mencari ilmu dan ikhlas di dalamnya agar tidak menggugurkan pahala sehingga amalnya dan kesungguhannya sia-sia.
 
✅5. Memohon pertolongan kepada Allah ta’ala dan kemudahan dari-Nya, karena ketaatan tidak akan terlaksana kecuali karena kemudahan dan kasih sayang-Nya.
 
✅6. Selalu membaca Al Quran, memahaminya dan mengamalkannya.
 
✅7. Keutamaan duduk di rumah Allah untuk mengkaji ilmu.
 
 
????Sumber: SalamDakwahCom

***

Ringkasan Tata Cara Sholat Gerhana

Ringkasan Tata Cara Sholat Gerhana
1) Berniat dalam hati untuk sholat gerhana karena Allah ta’ala, melafazkannya termasuk bid’ah (mengada-ada dalam agama)

2) Takbiratul ihram.

3) Membaca istiftah, ta’awwudz, dan basmalah secara pelan.

4) Membaca Al-Fatihah dan surat lain secara keras, dan hendaklah memanjangkan bacaan, yaitu memlih surat yang panjang.

5) Bertakbir lalu ruku’ dan memanjangkan ruku’, yaitu membaca bacaan ruku’ dengan mengulang-ngulangnya.
carqa shalat gerhana

Artikel sebelumnya :

6) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.”

7) Setelah itu tidak turun sujud, namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang, akan tetapi lebih pendek dari yang pertama.

8) Bertakbir lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang, namun lebih pendek dari ruku’ yang pertama.

9) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.” Dan hendaklah memanjangkan berdiri I’tidal ini

10) Bertakbir lalu sujud dengan sujud yang panjang, yaitu dengan mengulang-ngulang bacaan sujud.

11) Kemudian bangkit untuk duduk di antara dua sujud seraya bertakbir, lalu duduk iftirasy dan hendaklah memanjangkan duduknya.

12) Kemudian sujud kembali seraya bertakbir dan hendaklah memanjangkan sujud, namun lebih pendek dari sujud sebelumnya.

13) Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir, setelah berdiri untuk rakaat kedua maka lakukanlah seperti pada raka’at yang pertama, namun lebih pendek dari raka’at yang pertama

14) Kemudian duduk tasyahhud, membaca shalawat, dan salam ke kanan dan ke kiri.

15) Setelah itu disunnahkan bagi imam berkhutbah kepada manusia untuk mengingatkan mereka bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah untuk mempertakuti hamba-hamba-Nya dan agar mereka memperbanyak dzikir dan sedekah.
Shalat Gerhana
16) Waktu melakukan sholat gerhana adalah selama terjadinya gerhana, apabila gerhana telah selesai sedang sholatnya belum selesai maka hendaklah sholatnya dipendekkan dan tetap disempurnakan, namun tidak lagi dipanjangkan (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 8241).

17) Apabila sholat selesai namun gerhana belum selesai maka tidak disyari’atkan untuk mengulang sholatnya, tapi hendaklah melakukan sholat sunnah yang biasa dikerjakan, atau memperbanyak dzikir dan do’a sampai gerhana selesai (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9241).

18) Disyari’atkan untuk melakukannya secara berjama’ah di masjid. Dan dibolehkan untuk melakukannya di rumah, namun lebih baik di masjid (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 4041, 5041).

19) Disunnahkan menyeru manusia untuk sholat dengan ucapan, “Ash-Sholaatu Jaami’ah.” Tidak ada adzan dan iqomah untuk sholat gerhana selain seruan tersebut, dan boleh diserukan berulang-ulang (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 2241).

20) Apabila bertemu waktu sholat wajib dan sholat gerhana maka didahulukan sholat wajib (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9931).

21) Boleh mengerjakan sholat gerhana meski di waktu-waktu terlarang, karena pendapat yang kuat insya Allah, yang terlarang hanyalah sholat-sholat sunnah mutlak, yang tidak memiliki sebab (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 0341, 1341).

22) Apabila makmum tidak mendapatkan ruku’ yang pertama maka ia tidak mendapatkan raka’at tersebut, hendaklah ia menyempurnakannya setelah imam salam dengan raka’at yang sempurna, yaitu tiap raka’at terdiri dari dua ruku’ (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9141).

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

www.fb.com/sofyanruray.info

Home Page

[Sumber: http://sofyanruray.info/ringkasan-tata-cara-sholat-gerhana/ ]

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
????Grup WA & TG Dakwah Islam
????TG Bot : @DakwahIslam_Bot
????TG Channel : @DakwahIslam

Share, yuk! Semoga saudara² kita mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal² kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Hukum Menguburkan Hewan Yang Sudah Mati

Hukum Menguburkan Hewan Yang Sudah Mati

Apakah disyari’atkan untuk menguburkan hewan yang sudah mati? Ataukah cukup dibuang jauh-jauh saja? Adakah islam memerintahkan untuk menguburkan hewan yang sudah mati?
Hukum Menguburkan Hewan Yang Sudah Mati

Maka jawabannya tidak ada perintah baik dari Al-Quran maupun Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang memerintahkan untuk memnguburkan hewan yang sudah mati.

Artikel sebelumnya :

Maka jika menguburkannya dapat menghilangkan bau bangkai yang akan menyebar, maka disyari’atkan bagi kita untuk menguburkannya. Begitu pula, boleh bagi kita untuk membuangnya jauh-jauh dari perumahan manusia tanpa menguburkannnya, sehingga orang-orang tidak akan ada yang terganggu dengan bau bangkai tersebut.

Sehingga yang menjadi patokan adalah  bagaimana agar manusia tidak ada yang terganggu dengan bau bangkai yang menyebar, baik itu dengan membuangnya jauh-jauh atau cukup dengan menguburkannya saja. Karena tidak ada nash baik dari Al-Qur’an maupun Hadits mengenai masalah ini.
Hukum Menguburkan Hewan Yang Sudah Mati

Lajnah da’imah yang dipimpin oleh syaikh Bin Baaz rahimahullah pernah dimintai fatwa dalam masalah hal ini. 

Pertanyaan:

أود أن أسألكم عن الهوام، مثل الحية والداب، وغيرها من الهوام، إذا قدرني الله عليها وقتلتها، هل أقوم بدفنها، أو أتركها مكشوفة على الأرض؟ علما أننا لم نتركها ولا زلنا نقوم بدفنها، ولا نعلم هو خطأ أم صح. أفتونا جزاكم الله خيرا وعظم لكم الأجر والثواب

“Aku ingin bertanya mengenai hewan seperti ular dan hewan melata atau selainnya dari hewan-hewan yang ada. Jika Allah takdirkan aku membunuh hewan tersebut apakah aku harus menguburkannya atau boleh bagiku untuk membiarkannya saja diatas bumi? Akan tetapi aku tidak membiarkannya saja ketika membunuhnya dan aku menguburkannya. Dan aku tidak mengetahui apakah perbuatan aku ini salah atau benar. Maka berilah fatwa kepada kami Jazakumullah khairan dan semoga Allah memperbesar ganjaran dan pahala untukmu”.

Jawab:

الأمر في ذلك واسع؛ لأنه لم يرد في الشرع نص يدل على مشروعية دفنها، ولا على النهي عن ذلك، والأولى دفنها لئلا يتأذى بها أحد وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

“Perkaranya adalah perkara yang luas (boleh kamu melakukan keduanya), karena tidak ada nash yang mensyari’atkan untuk menguburkan hewan yang sudah mati dan tidak ada yang melarangnya. Akan tetapi yang lebih utama bagimu adalah menguburkannya agar tidak ada satu orang pun yang terganggu darinya. Wabillahit taufiiq. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad wa shahbihi wa sallam” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah 8/444-445)

Sehingga boleh bagi kita membuangnya jauh-jauh atau cukup menguburkannya saja.

Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah melewati kambing yang sudah mati namun beliau tidak memerintahkan para sahabatnya untuk menguburkannya. Bahkan sebaliknya, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan para sahabatnya untuk mengambil manfaat dari kambing tersebut.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhu berkata:

تُصُدِّقَ عَلَى مَوْلَاةٍ لِمَيْمُونَةَ بِشَاةٍ فَمَاتَتْ فَمَرَّ بِهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «هَلَّا أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا فَدَبَغْتُمُوهُ فَانْتَفَعْتُمْ بِهِ؟» فَقَالُوا: إِنَّهَا مَيْتَةٌ فَقَالَ: «إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا»

“Seorang budak milik Maimunah, disedekahkan kepadanya seekor kambing kemudian kambing tersebut mati. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melewatinya dan berkata kepada para sahabatnya: Tidakkah kalian mengambil hewan yang sudah mati ini dan kemudian kalian samak sehingga kalian mengambil manfaatnya? Maka para sahabat berkata: Sesungguhnya dia sudah menjadi bangkai. Maka Rasulullah bersabda: Sesungguhnya yang diharamkan adalah memakannya” (HR. Muslim)

Dalam hadits diatas, Rasulullah tidak memerintahkan untuk menguburkan hewan yang sudah mati, bahkan beliau menganjurkan untuk mengambil manfaatnya.

Comtoh: Kita memelihara burung, kemudian tiba-tiba burung tersebut mati, maka boleh bagi kita untuk tidak menguburkannya dan kita hanya mengambil manfaatnya saja, semisal kita berikan burung tersebut yang sudah mati kepada seeokor kucing untuk dimakan dengan syarat kita mengetahui bahwa daging tersebut masih bagus untuk dimakan oleh hewan lainnya.

Berbeda dengan manusia, maka jika manusia telah wafat maka harus segera kita kuburkan dan itulah cara memuliakannya.

Maka ini yang dapat kami paparkan, semoga bermafaat. Wa shallallahu alaa nabiyyinaa Muhammad.

KEUTAMAAN MEMINJAMKAN UANG

???????? KEUTAMAAN MEMINJAMKAN UANG

✏Ustadz Abu Riyadl

KEUTAMAAN MEMINJAMKAN UANG
Tahukah anda..?
Bahwa menghutangi terkadang melebihi pahala bersedekah..

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ مَكْتُوبًا: الصَّدَقَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا, وَالْقَرْضُ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ

Dari Anas bin Malik ra berkata, Rasulullah s bersabda,
“Aku melihat pada malam aku diperjalankan, di atas pintu surga tertulis ‘Satu sedekah dilipatkan 10 kalinya, dan meminjami hutang dilipatkan 18 kalinya’.”

HR. Ahmad IV/296), At-Tirmidzi (1957), Ibnu Hibban (5074) dan
dishahihkan Al-Albani dalam Al-Misykah (1917).

Artikel sebelumnya :

KEUTAMAAN MEMINJAMKAN UANG
 
subhanallah.. Betapa besar keutamaan orang meminjami uang..
 
Karena meminjami uang itu resikonya didunia dg tak dibayar.. (Dibawa kabur)
 
Namun diakhirat..anda dapat menagihnya jika belum dibayar. Entah dg meminta pahala dia untuk anda atau menimpakan dosa anda untuknya
 
Tp yg jelas uang anda tsb pasti
akan membuahkan hasil
keutungan bagi anda diakhirat jika si penghutang tidak membayarnya.. Tanpa syarat ikhlas atau tidak.. Krena itu adalah hak..
 
Hak yg akan anda panen..
Tidak ada syarat ikhlas disini..
 
Beruntunglah mereka yg uangnya sampai di alam akhirat masih dihutang orang..
 
Dan sangat merana orang yg kembali kpd Allah tapi masih membawa hutang..
 
www.abu-riyadl.blogspot.com
By. Abu riyadl.
 
????Sumber:  BBG Al-ilmu
 
***

Repost by :
???? SOBAT MUSLIM, group sharing kajian2 islam via WhatsApp & Telegram khusus ikhwan (laki-laki)  
???? Admin: +62 853-1028-3995 (utk bergabung silahkan kirim pesan via WA / TG dg format: Daftar#Nama#Kota Domisili)
???? Join Channel Telegram SOBAT MUSLIM di : https://goo.gl/g64jcQ

GHIBAH

GHIBAH

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Ghibah?

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
gbk jilbab
Jika seseorang terlanjur berbuat ghibah, maka yang harus dia lakukan:
1. Memohon ampunan kepada Allah atas perbuatan dosa ghibah yang telah dia lakukan.
2. Memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang yang dia ghibahi dan mendoakan kebaikan untuknya.
3. Bertekad kuat untuk tidak melakukan ghibah lagi.

Apakah harus menyampaikan kepada orang itu bahwa ia telah dighibahi dan minta dihalalkan darinya?

✅ Yang benar adalah: jika orang itu mengetahui bahwa kita telah berbuat ghibah terhadapnya, maka kita meminta maaf kepadanya. Namun jika ia tidak mengetahuinya, maka tidak perlu kita sampaikan kepadanya bahwa kita telah berbuat ghibah terhadapnya.

Berkata Al Hasan Al Bashri:

كفارة الغيبة أن تستغفر لمن اغتبته

“Kaffaroh ghibah adalah engkau memohonkan ampun untuk org yg engkau ghibahi.

Ibnul Mubarak (salah seorang guru al-Bukhari) menyatakan:

إِذَا اغْتَابَ رَجُلٌ رَجُلاً فَلاَ يُخْبِرْهُ وَلَكِنْ يَسْتَغْفِرُ اللهَ

Jika seseorang berbuat ghibah kepada orang lain, janganlah ia beritahukan kepadanya. Akan tetapi hendaknya ia beristighfar (memohon ampunan) kepada Allah (riwayat al-Baihaqy dalam Syuabul Iman)

Kemudian imam Ibnul Qayyim rahimahulloh menambahkan, yaitu banyak menyebut-nyebut kebaikan-kebaikan orang yang dia ghibahi di majelis yang dulu dia mengghibahi saudaranya.

_____________________

اللهم قنا شرور أنفسنا وشرور أعمالنا
اللهم تب على كل عاصى واهدى كل ضال وارزقنا ألسنة لا تفتر عن ذكرك

✏ Al-Ustâdz Abu Ya’la Hizbul Majid Hafizhahullâh
???? https://facebook.com/majid.aljawi

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
????Grup WA & TG Dakwah Islam
????TG Bot : @DakwahIslam_Bot
????TG Channel : @DakwahIslam

Share yuk semoga saudara anda mendapatkan faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka amal kebaikan bagi anda yang telah menunjukkan kebaikan. آمِينَ.

Artikel sebelumnya :

Cara Memanfaatkan Waktu Ba’da Ashar Sampai Maghrib di Hari Jum’at untuk Berdoa

Cara Memanfaatkan Waktu Ba’da Ashar Sampai Maghrib di Hari Jum’at untuk Berdoa

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” [HR. An-Nasaai dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 703]
masa mudamu
Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah berkata,

ورأى بعض أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وغيرهم أن الساعة التي ترجى بعد العصر إلى أن تغرب الشمس

“Dan sebagian ulama, baik dari kalangan sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maupun selain mereka berpendapat bahwa waktu yang diharapkan terkabulnya doa tersebut adalah ba’da Ashar sampai matahari terbenam.” [Shahihut Targhib, 1/171]

Penjelasan:

1. Zhahir, yang nampak jelas bahwa makna hadits ini mutlak (umum), berdoa setelah Ashar sampai Maghrib dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

2. Apabila dilakukan setelah sholat Ashar sambil menunggu sholat Maghrib di masjid maka ini lebih besar peluang dikabulkannya, karena orang yang menunggu sholat sama dengan orang yang sedang sholat.

3. Apabila sakit maka boleh dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di tempat ia melakukan sholat Ashar sambil menunggu Maghrib.

4. Seorang wanita juga dianjurkan untuk menunggu sholat Maghrib di tempat ia sholat Ashar di rumah seraya berdoa kepada Allah ta’ala.

5. Datang ke masjid lebih awal sebelum sholat Maghrib dengan maksud untuk berdoa setelah melakukan sholat tahiyyatul masjid.

???? [Disarikan dari Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 30/270-271]

✏ Al-Ustâdz Abu Abdillah, Sofyan Chalid bin Idham Ruray Hafizhahullâh
???? www.sofyanruray.info
???? www.taawundakwah.com

Artikel sebelumnya :

TAUBAT DARI PERBUATAN DOSA

Taubat Dari Perbuatan Dosa

Taubat dari perbuatan dosa besar adalah dengan segera meninggalkannya, dan minta ampun kepada Allah, serta tidak mengulanginya lagi, sebagaimana firman Allah:

(إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَٰئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا) (١٧)

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya. Dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa’: 17)
TAUBAT DARI PERBUATAN DOSA
Syarat diterima taubat:
1) Ikhlas: semata-mata karena Allah,
2) menyesal atas dosa yang telah diperbuatnya,
3) meninggalkan sama-sekali maksiat yang pernah dilakukannya,
4) tidak mengulanginya lagi,
5) istighfar: memohon ampunan Allah,
6) memenuhi hak orang, atau meminta mereka membebaskan hak tersebut,
7) dilakukan sebelum ajalnya tiba.

Nabi صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ bersabda:

إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ.

“Sesungguhnya Allah akan menerima taubat hamba-Nya selama nyawanya belum sampai di tenggorokan.” [Hadits hasan yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi.]

Artikel sebelumnya :

Cara Shalat Taubat Sesuai Sunnah

Cara Shalat Taubat Sesuai Sunnah Nabi
Cara Shalat Taubat Sesuai Sunnah,tata cara shalat sunnah taubat,cara shalat istikharah sesuai sunnah,cara shalat jenazah sesuai sunnah,tata cara shalat jama dan qashar sesuai sunnah,tata cara shalat taubat dan bacaannya,tata cara shalat taubat yang baik dan benar,tata cara sholat taubat yusuf mansur,mandi taubat,Cara Taubat,cara solat taubat nasuha zina,sholat taubat nasuha,taubat nasuhah,tata cara sholat taubat nasuha,sholat taubat waktu pagi,waktu solat sunat taubat,waktu sholat taubat,doa taubat rasulullah
Assalamu ‘alaikum, Ustadz. Saya ingin bertanya: bagaimana tata cara shalat taubat dan ayat-ayat apa yang harus dibaca? Terima kasih atas penjelasan Ustadz.

Rita (aritaa***@****.com)

Bismillah.

Dalil tentang disyariatkannya shalat taubat

Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ثُمَّ يُصَلِّى ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ لَهُ

“Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristigfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya.” (HR. Ahmad 48, Abu Daud 1523, Turmudzi 408, dan dishahihkan Muhammad Nashiruddin al-Albani)

Tata Cara Shalat Taubat

1. Berwudhu dengan sempurna (sesuai sunah).
2. Shalat dua rakaat, tata caranya sama dengan shalat pada umumnya
3. Tidak ada bacaan khusus ketika shalat. Anda bisa membaca al-Fatihah kemudian membaca surat apapun yang anda hafal.
4. Berusaha khusyuk dalam shalatnya, karena teringat dengan dosa yang baru saja dia lakukan.
5. Beristigfar dan memohon ampun kepada Allah setelah shalat.
6. Tidak ada bacaan istigfar khusus untuk shalat taubat. Bacaan istigfarnya sama dengan bacaan istigfar lainnya, misalnya: astaghfirullah wa atuubu ilaih…
7. Inti dari shalat taubat adalah memohon ampun kepada Allah, dengan menyesali perbuatan dosa yang telah dia lakukan dan bertekad untuk tidak mengulanginya.
Allahu a’lam.

Dijawab oleh Al-Ustâdz Ammi Nur Baits Hafizhahullâh
(Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Artikel www.KonsultasiSyariah.com

[Sumber: https://konsultasisyariah.com/4673-bagaimana-cara-melaksanakan-shalat-sunah-taubat.html ]

Artikel sebelumnya :

Hai Kaum Pria Jangan Sombong Berbangga Diri

Jangan berbangga diri

Ada 4 Pria berbicara tentang amal ibadah mereka & kesuksesan yang di dapat.

Pria 1.
???? Alhamdulillah sejak sering sholat dhuha rezeki menjadi lancar bisnis sukses sebentar lagi anak saya lulus SMU rencananya akan kuliah ke luar Negeri.

Pria 2.
???? Bukan main hebat sekali, sejak naik haji / umroh ibadahku semakin rajin alhamdulillah anak juga sukses rumah harganya miliaran, aset bertambah orang tua sangat bangga berkat do’a saya

Pria 3.
???? Masya Alloh sungguh nikmat tak terkira sejak rajin puasa dan bersedekah rezeki bagaikan sungai mengalir tidak ada putus-putusnya, anak baru selesai kuliah di luar negeri dan menjadi staf menteri

Ketiga pria tersebut kemudian melirik pria ke 4 sejak tadi hanya terdiam. Salah satu bertanya kepada pria ke 4.
Bagaimana dirimu? 
Kawan mengapa engkau diam saja.??

Pria 4
???? Saya tidak sehebat kalian, jangankan kesuksesan bahkan saya tidak tahu ibadah yg saya lakukan di terima oleh Alloh atau tidak

Hai Kaum Pria Jangan Sombong Berbangga Diri
Saya tahu ibadah di terima dan sukses setelah saya meninggal nanti. 
Jadi saya merasa belum bisa menceritakan ibadah yg saya lakukan dan balasan yg Alloh berikan kepada saya.

Jangan bersandar kepada amal. 
Sebab ketertipuan ini adalah sikap bersandar kepada amal secara berlebih. Ini akan melahirkan kepuasan, kebanggaan dan akhlak buruk kepada Alloh Ta’ala.

Orang yg melakukan amal ibadah tidak tahu apakah amalnya di terima atau tidak, mereka tidak tahu betapa besar dosa dan maksiatnya, juga mereka tidak tahu apakah amalnya bernilai keikhlasan atau tidak..

Oleh karena itu, mereka di anjurkan untuk meminta rahmat Alloh dan selalu beristighfar. Karena Alloh Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Di riwayatkan dari Abu Hurairah :
“Sesungguhnya amal seseorang tidak akan memasukannya ke dalam surga.”
Mereka bertanya, “Tidak pula engkau Ya Rasullulloh?
Beliau menjawab, Tidak pula saya.
Hanya saja Alloh meliputiku dg karunia dan rahmat-Nya. Karenanya berlakulah benar (beramal sesuai sunnah) dan berlakulah sedang (tidak berlebihan dalam ibadah dan kendor atau lemah).
(HR. Bukhari & Muslim)

Sesungguhnya seseorang tidak akan masuk surga kecuali dg rahmat Alloh. Dan diantara rahmat-Nya adalah dia memberikan taufik untuk beramal dan hidayah untuk taat kepada-Nya.

Karenanya, kita wajib bersyukur kepada Alloh dan merendah diri kepada-Nya. Tidak layak hamba bersandar kepada amalnya.

Seorang hamba tidak pantas membanggakan amal ibadahnya yg seolah-olah karena pilihan ( paling sesuai dengan sunah ) dan usahanya semata, apalagi ada perasaan telah memberikan kebaikan untuk Alloh.

Robbana Taqobbal Minna.
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), aamiin.

Semoga Bermanfaat
????❤????

Artikel sebelumnya :

STATUS TERAKHIR

Bismillah..
STATUS TERAKHIR
STATUS TERAKHIR
Sahabat..
Saat sedang online, sadarilah bahwa kematian tak menunggu kapan gerak jemari kita berhenti menari di atas keyboard.

Kita juga tak pernah tau apa isi status terakhir yang akan kita tinggalkan.

Seorang penyair pernah mengatakan:

وما من كاتب إلا سيفنى *** ويبقى الدهرَ ما كتبت يداه
فلا تكتب بخطك غير شيء *** يسرك في القيامة أن تراه.

Setiap penulis pasti akan meninggal..
Hanya tulisannya yang akan kekal sepanjang masa..

Maka jangan kau tulis sesuatu dengan gores penamu..

Kecuali apa yang kelak membuatmu bahagia saat melihatnya di hari kiamat nanti.

Kawan…
Tulislah yang baik-baik saja..
Bagikan yang baik-baik saja..
Pikirkan hal yang terbaik, mantapkan niat, lalu tuangkan dalam kolom statusmu.
Jangan menunda kawan..
Karena kita tidak tau dengan status yang mana sahabat kita menemukan jalan hidayah-Nya.

Ingat..!!!!
Semua yang kita tuliskan tersimpan rapi disisi-Nya.
Status kita bisa menjadi sumber pahala yang tak berujung atau petaka yang tak berkesudahan.

Waffaqakumullah

Artikel sebelumnya :

Sejarah Sahabat Nabi Muhammad ; Urwah Radhiyallahu

Sejarah Sahabat Nabi Muhammad ; Urwah Radhiyallahu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan uang 1 dinar kepada urwah agar ia membelikan seekor kambing untuk Nabi. Maka urwah mendatangi pedagang yg membawa kambing untuk dijual di pasar. Dgn kehebatannya dlm menawar barang, sehingga Ia menawarnya dan mendapatkan 2 ekor kambing dgn uang 1 dinar.
Sejarah Sahabat Nabi Muhammad ; Urwah Radhiyallahu
Dalam perjalanan plg menuju Rasulullah, ada yg menawar 1 ekor kambingnya seharga 1 dinar maka iapun menjualnya. Lalu ia memberikan kpd Rasul 1 dinar + 1 ekor kambing.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakannya agar diberkahi dalam setiap jual-belinya. Sehingga bila berdagang ia selalu untung, sekalipun yg dijual adalah segenggam tanah. Dan akhirnya Urwah RA, menjadi salahsatu pedagang yg sukses di masanya, krn kejujuran & Doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Artikel sebelumnya :

Beramal Jangan Asal-asalan

Beramal Jangan Asal-asalan

Ada seorang tukang bangunan yang telah bertahun-tahun lamanya bekerja ikut pemborong.
Iapun bermaksud mengajukan pensiun karena ingin memiliki banyak waktu untuk keluarganya.
Si Pemborong berkata, “Saya setujui permohonan pensiun Anda dengan syarat Anda bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum Anda pensiun.
Si tukang bangunan sgr membangunnya. Karena kejar tayang, ia pun mengerjakannya asal-asalan dan asal jadi.
Beramal Jangan Asal-asalan
Selesai sudah bangunan terakhir yg ia buat. Ia serahkan kunci rumah kpd sang Pemborong. Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata, “Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku.”
Terkejutlah tukang bangunan itu, ada rasa sesal kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu, dikerjakannya secara asal-asalan.

Begitula, ibadah yg kita kerjakan di dunia ini, tak lain adalah ‘rumah’ yang sedang kita bangun untuk kita tempati nanti setelah pensiun dari kehidupan dunia.
Jangan sampai kelak kita menyesal karena kita menempati rumah buruk yang kita bangun asal-asalan.

SEMOGA KITA MENJADI ORANG YANG SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT… Aamiin

Artikel sebelumnya :

MENGAJI TANPA ARAH

MENGAJI TANPA ARAH

Ust Abdullah Zaen

# ada 2 jenis Tingkatan para penuntut ilmu = tingkatan dasar & tinggi.
MENGAJI TANPA ARAH
*Dasar :
tidak selektif memilih guru, cirinya hanya ikut pengajian yg rame & lucu. Hanya ikut pengajian tematik / tabligh akbar, bukan kajian kitab rutin.

*Tinggi :
tidak memiliki arah dlm mengaji :

       – Tidak memiliki skala prioritas;
 urutan menuntut ilmu yg menjadi prioritas: akidah (6 rukun iman), Shalat, puasa, zakat, haji, hukum ttg pekerjaan kita, alquran.

       – Tidak sistematik;
Mengaji tapi tdk dari ilmu paling dasar, seharusnya berurutan dari dasar ke tinggi.

Kamu ada di tingkat yg mana?

#Rekomendasi ;
-Buku ttg akidah = kitab Ushul Tsalatsah.
-Rekaman kajian = kajian.net

Artikel sebelumnya :